Kategory
Info Daerah,
18-09-2026 20:01:46
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri mengambil sumpah jabatan pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemkab Kukar, Jumat, 18 September 2026. (Harry/Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM – Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri meminta pejabat administrator dan pengawas yang baru dilantik segera turun ke wilayah masing-masing untuk menangani dampak kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta persoalan kebutuhan dasar masyarakat.
Arahan itu disampaikan Aulia setelah melantik sejumlah pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kukar di Ruang Serbaguna Kantor Bupati, Jumat, 18 September 2026.
Sebagian besar pejabat yang dilantik ditempatkan di tingkat kecamatan dan kelurahan. Menurut Aulia, pengisian jabatan tersebut dibutuhkan untuk mempercepat koordinasi penanganan persoalan di lapangan.
“Sebagian besar yang kita lantik adalah pejabat di tingkat kecamatan dan kelurahan karena mengingat kondisi hari ini penanganan di lapangan membutuhkan koordinasi yang cepat dari pemerintah kabupaten dengan pemerintah kecamatan serta pemerintah desa dan kelurahan,” kata Aulia.
Ia menyebut kekeringan akibat musim kemarau dan karhutla menjadi dua persoalan yang membutuhkan koordinasi cepat hingga tingkat wilayah.
“Sehingga proses penanganan-penanganan utamanya yang terkait dengan kasus kekeringan akibat kemarau dan kasus karhutla, itu bisa kita tangani dengan baik,” ujarnya.
Aulia meminta pejabat yang baru dilantik tidak hanya menjalankan pekerjaan administratif. Mereka juga diminta segera memetakan persoalan di wilayah masing-masing dan mengambil langkah sesuai kewenangan.
“Jadi kami mengarahkan teman-teman yang dilantik ini segera turun ke lapangan, mengidentifikasi semua permasalahan yang ada di lapangan dan melakukan penanganan-penanganan yang harus dilaksanakan,” tegasnya.
Arahan tersebut disampaikan di tengah penanganan karhutla dan kekeringan yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kukar. BPBD Kukar pada pertengahan September, misalnya, masih menangani kebakaran lahan di kawasan Loa Tebu, Tenggarong.
Aulia juga memberikan arahan khusus kepada camat Anggana yang baru dilantik.
Menurut Aulia, masyarakat di Kecamatan Anggana tengah menghadapi persoalan ketersediaan air bersih yang ia kaitkan dengan intrusi air laut.
“Pertamanya, tadi kami titip pesan kepada camat Anggana yang baru kita lantik, karena camat Anggana kemarin kan kita angkat menjadi Kepala BKPSDM,” katanya.
Ia meminta camat baru segera melihat kondisi masyarakat dan mengoordinasikan penanganan bersama perangkat daerah terkait.
“Nah, karena di Anggana sudah terjadi intrusi air laut, di sana agak kesulitan teman-teman untuk mendapatkan air bersih, sehingga posisi camat sebagai penanggung jawab wilayah itu menjadi sesuatu yang penting untuk mencarikan solusi yang konkret untuk warga masyarakat kita yang ada di Kecamatan Anggana,” ujar Aulia.
Aulia menempatkan pejabat kecamatan sebagai penghubung antara pemerintah kabupaten, desa, dan kelurahan dalam penanganan persoalan yang membutuhkan respons cepat.
Dengan pengisian jabatan tersebut, ia berharap koordinasi di tingkat kewilayahan dapat segera berjalan, terutama dalam penanganan kekeringan, karhutla, dan kebutuhan air bersih masyarakat. (rry/bby/adv)
Tags:
karhutla
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
20 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu