Visi Aulia Rahman, Kukar Jadi Fondasi Pusat Ekonomi Hijau dan Inklusif di Kaltim

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri (keempat dari kiri), dan Wakil Bupati Rendi Solihin (ketiga dari kiri) berfoto bersama pimpinan DPRD Kukar usai menyampaikan pidato perdana visi dan misi masa jabatan 2025–2030 dalam rapat paripurna di Tenggarong, Senin, 30 Juni 2025. (Bobby Lolowang/Sisikota.com)


Tenggarong, SISIKOTA.COM - Di banyak sudut Kutai Kartanegara, ketimpangan masih nyata. Seorang ibu di desa pesisir harus berjalan jauh demi mengantar anak ke sekolah, sementara petani di hulu bergelut dengan mahalnya pupuk dan pasar yang tak menentu. Padahal, Kukar mencatat PDRB lebih dari Rp200 triliun pada 2024—sebagian besar disumbang dari sektor primer yang tak selalu memberi dampak langsung bagi warga.

Berangkat dari kondisi itu, Bupati Kutai Kartanegara dr. Aulia Rahman Basri, M.Kes., menyampaikan pidato perdananya di hadapan DPRD, Senin (30/6/2025). Dalam forum tersebut, ia merumuskan arah pembangunan lima tahun ke depan melalui visi “Kukar Idaman Terbaik”—sebuah gagasan besar yang ingin menjadikan Kukar sebagai fondasi pusat pangan, pariwisata, dan industri hijau yang maju dan berkelanjutan.

Visi itu dijabarkan dalam lima misi utama dan diturunkan menjadi 17 program prioritas. Beberapa program yang menonjol antara lain pemberian makanan bergizi gratis untuk balita dan lansia, layanan kesehatan cukup dengan KTP, beasiswa dan subsidi perlengkapan sekolah, pembangunan Mini Mall Pelayanan Publik di kecamatan, hingga stimulus ekonomi kreatif sebesar Rp100 juta per komunitas. Kredit usaha ditingkatkan hingga Rp500 juta, dan koperasi atau BUMDes bisa mendapat dukungan modal sampai Rp1 miliar. Di tingkat komunitas, Program RT Ku-Terbaik diperbesar menjadi Rp150 juta per RT serta bantuan sosial Rp1 juta per kepala keluarga.

Bupati Aulia menegaskan bahwa seluruh program akan dituangkan secara teknokratik dalam RPJMD 2025–2029 yang ditargetkan rampung sebelum akhir tahun. "Kami mohon dukungan seluruh pihak agar proses ini berjalan tertib dan akuntabel, serta menjadi pedoman bersama lima tahun ke depan,” ujarnya dalam penutup pidato. (bby/adv)

Iklan sisikota.com

Tags:

aulia rahman basri

Bupati Kukar

bupati kutai kartanegara

Kukar

Kutai Kartanegara

program bupati kukar