Kategory
Info Daerah,
31-12-2025 11:01:22
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri memimpin rapat koordinasi mitigasi risiko bencana banjir dan tanah longsor bersama BPBD, TNI, Polri, camat, serta perwakilan puskesmas di Rumah Jabatan Bupati Kukar, Selasa (30/12). (Istimewa)
Tenggarong, SISIKOTA.COM - Curah hujan tinggi dan potensi cuaca ekstrem hingga awal tahun depan menempatkan sejumlah wilayah di Kutai Kartanegara dalam status rawan banjir dan tanah longsor. Pemerintah Kabupaten Kukar pun mempercepat langkah mitigasi bencana dengan menyiapkan sistem respons cepat berbasis pelaporan harian dari lapangan.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi mitigasi risiko bencana yang digelar Selasa (30/12), menyikapi meningkatnya ancaman banjir akibat kondisi geografis dan daerah aliran sungai di sejumlah kecamatan.
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menegaskan, pemerintah daerah tidak ingin lagi terlambat menerima informasi ketika bencana terjadi. Karena itu, ia meminta pembentukan portal khusus yang memungkinkan laporan perkembangan bencana dikirim setiap hari dari kecamatan dan desa.
“Jangan sampai ketika bencana terjadi, pemerintah daerah justru terlambat mengetahui. Masyarakat membutuhkan respons cepat, dan aparat pemerintah di lapangan adalah representasi negara yang harus hadir lebih dulu,” ujarnya.
Berdasarkan pengalaman banjir di wilayah Tabang, Muara Muntai, Kota Bangun, Samboja, Marang Kayu, hingga Loa Kulu, termasuk kawasan yang berdekatan dengan aktivitas tambang, pemerintah daerah menilai mitigasi tidak bisa lagi bersifat reaktif. Pemetaan wilayah rawan dan koordinasi lintas sektor dinilai menjadi kunci.
Untuk memperkuat kesiapsiagaan, bupati menginstruksikan camat membentuk tim siaga bencana di masing-masing kecamatan serta memperkuat koordinasi dengan Koramil dan Polsek. Penyamaan standar operasional prosedur lintas instansi juga diminta agar respons di lapangan berjalan seragam dan cepat.
Selain itu, puskesmas di seluruh wilayah Kukar diminta mengaktifkan kembali kesiapsiagaan bencana, termasuk pembentukan dan pelatihan ulang tim kesehatan, guna memastikan layanan darurat tetap berjalan saat bencana terjadi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kutai Kartanegara menyebut meningkatnya curah hujan dan kondisi geografis Kukar membuat koordinasi lintas sektor menjadi kebutuhan mendesak, terutama dalam menghadapi potensi banjir dan longsor di daerah rawan.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat yang bermukim di kawasan rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tanda-tanda awal pergerakan alam serta segera melaporkan setiap kejadian atau potensi ancaman kepada aparat setempat agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. (*)
Tags:
aulia rahman basri
Bupati Kukar
bupati kutai kartanegara
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
20 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu