Kategory
Info Daerah,
02-07-2025 16:39:35
Suasana pelaksanaan workshop penguatan literasi dan numerasi yang diikuti 318 guru SD dari 18 kecamatan di Hotel Grand Fatma, Tenggarong. (Kontributor Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM - Kursi-kursi tersusun rapi memenuhi ruang pertemuan Hotel Grand Fatma, Tenggarong. Ratusan guru sekolah dasar dari seluruh penjuru Kutai Kartanegara (Kukar) tampak fokus menyimak paparan narasumber. Suasana ini mewarnai pelaksanaan Workshop Penguatan Literasi dan Numerasi yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar selama dua hari, pada 30 Juni dan 2 Juli 2025.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Disdikbud Kukar dan PT Nalla Rekayasa Teknologi (Ekselo), yang menghadirkan pendekatan pembelajaran berbasis alat peraga. Tercatat, sebanyak 318 guru dari 18 kecamatan mengikuti pelatihan, terbagi ke dalam dua sesi: hari pertama untuk peserta dari 8 kecamatan, dan hari kedua untuk 10 kecamatan lainnya.
Menurut Iffah, perwakilan panitia dari Ekselo, pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk memperkenalkan penggunaan alat bantu belajar, tetapi juga memperkuat pemahaman konseptual tentang literasi dan numerasi. “Pelatihan kali ini tidak hanya fokus pada alat peraga, tetapi juga pada strategi penguatan literasi dan numerasi. Karena guru-guru SD saat ini harus mampu menanamkan kemampuan tersebut sejak dini kepada anak didiknya,” ujarnya.
Iffah menjelaskan bahwa media pembelajaran berbentuk permainan atau aktivitas interaktif sangat efektif dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. “Media seperti permainan sangat efektif membuat anak-anak lebih tertarik. Jika hanya mengandalkan buku teks, itu bisa terasa berat bagi mereka,” tambahnya.
Kepala Bidang Pendidikan SD Disdikbud Kukar, Ahmad Nurkhalis, menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka Belajar yang menuntut pendekatan kreatif dan partisipatif. “Workshop ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran literasi dan numerasi di kelas dengan pendekatan yang menyenangkan, inovatif, aktif, dan kreatif,” terang Nurkhalis.
Ia menambahkan bahwa pemanfaatan alat peraga dalam proses belajar mengajar bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan bagian integral dari strategi penguatan pemahaman dasar siswa terhadap konsep literasi dan numerasi. “Pelatihan ini memberikan pengalaman serta strategi penguatan pembelajaran numerasi dan literasi berbasis alat peraga dari para narasumber,” ujarnya.
Dengan selesainya workshop ini, Disdikbud Kukar berharap para peserta dapat mengimplementasikan pendekatan baru yang mereka pelajari di kelas masing-masing, dan pada akhirnya mendorong peningkatan kualitas pembelajaran di tingkat pendidikan dasar. (rb/adv)
Tags:
Disdikbud Kukar
Kukar
Kutai Kartanegara
17 jam yang lalu
17 jam yang lalu
20 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu